EFEKTIVITAS SEDIAAN GRANUL BUNGA GUMITIR (Tagetes erecta L) SEBAGAI LARVASIDA Aedes aegypti

I Gusti Agung Ayu Kusuma Wardani, Puguh Santoso, Erna Cahyaningsih

Abstract


Larvasida nyamuk adalah suatu zat kimiawi yang digunakan untuk membunuh larva nyamuk. Pemberantasan larva nyamuk dengan menggunakan insektisida sintesis menyebabkan efek toksik pada manusia sehingga diperlukan insektisida alternatif yang lebih aman bagi lingkungan, contohnya dengan menggunakan bunga gumitir (Tagetes erceta L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sediaan granul dari ekstrak bunga gumitir sebagai larvasida nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan randomized control group posttest only design. Pengamatan dihitung pada waktu 1 jam, 3 jam dan 24 jam. Sampel yang digunakan adalah 25 ekor larva Aedes aegypti instar III yang dimasukkan ke dalam lima kelompok perlakuan. Konsentrasi ekstrak bunga gumitir (Tagetes erecta L.) yang digunakan yaitu 3%, 5%, dan 10%. Hasil? penelitian menunjukkan bahwa persentase rata-rata kematian larva paling tinggi terdapat pada kelompok perlakuan 2 (kontrol positif) diikuti dengan kelompok 5 yaitu ekstrak konsentrasi 10% dengan jumlah kematian larva sebesar 92% dan 88% secara berturut-turut. Hasil uji LSD menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok kontrol positif, ekstrak 3%, 5%, dan 10%. Pada kelompok kontrol positif tidak terdapat perbedaan signifikan dengan kelompok ekstrak 5% dan 10%, dengan nilai signifikansi sebesar 0,418 dan 0,758 (p>0,05). Pada kelompok ekstrak 3% dengan ekstrak 5% dan 10% diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,144 dan 0,061. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antar kelompok. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak bunga gumitir dengan konsentrasi 10% adalah konsentrasi yang efektif sebagai larvasida Aedes aegypti.


Keywords


aedes aegypti, ekstrak bunga gumitir, larvasida

Full Text:

PDF

References


Achmadi, 2010. Manajemen Demam Berdarah Berbasis Wilayah. Buletin Jendela Epidemiologi Demam Berdarah, vol. 2, Agustus 2010, hh. 15-20

Andarwulan N., Batari R., Sandasari D.A., Bolling B. 2010. Flavonoid Content and Antioxidant Activity of Vegetables From Indonesia. Food Chemistry Journal, Vol 121 : 1231-1235.

Cania E, Setyaningrum E. 2013. Uji efektifitas larvasida daun legundi (Vitex trifolia) terhadap larva Aedes aegypti. J of Universitas Lampung, (4):52-60.

Gong, Y., Xuan Liu, Wen-Hao He, Hong-Gao Xu, Fang Yuan, Yan-Xiang, 2012, Investigation into Antioxidant Activity and Chemical Composition of Alcoholic Extracts from Defatted Marigold (Tagetes erecta L) residue, Fitoterapia, 83:481-489

Kardinan, A. 2005. Tanaman Pengusir dan Pembasmi Nyamuk. Cetakan I, Ago Media Pustaka: Jakarta.

Kardinan, Agus. 2007. Potensi Selasih sebagai Repellent terhadap Nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Littri, 13(2): 39-42

Novizan. 2002. Membuat dan Memanfaatkan Pestisida Ramah Lingkungan. Agro Media Pustaka: Jakarta.

Parugrug, M.L., dan Aurea C.R., 2008, Insecticidal Action of Five Plants Againts Maize Weevil, Sitophilus Zeamains Motsch. ( Coleoptera : Curculionidae), KMITL Sci. Tech, 8(01):24-38

Sugito, R. 1989. Aspek Etntomologi Demam Berdarah Dengue. Direktorat Jenderal PPM dan PLP Departemen Kesehatan

Wang, K. H, Cerruti R. H., Antoon P. 2007. Protecting Crops from Nematode Pest : Using Marigold As an Alternative to Chemical Nematicides, Cooperative Exsention Service. University of Hawai: Manoan


Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Comments on this article

View all comments


e-ISSN: 2356-4818

Powered by StatCounter

hit
counter

Lihat Detil Kunjungan