HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPERCAYAAN DIRI TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN (TTK) DI KOTA DENPASAR TERKAIT PENGGUNAAN LOLOH DALAM PELAYANAN KESEHATAN

Ni Putu Udayana Antari, Ni Made Dharma Shantini Suena

Abstract


Saintifikasi Jamu adalah pembuktian ilmiah jamu melalui penelitian berbasis pelayanan kesehatan. Tujuan pengaturan saintifikasi jamu adalah meningkatkan penyediaan jamu yang aman, memiliki khasiat nyata yang teruji secara ilmiah, dan dimanfaatkan secara luas baik untuk pengobatan sendiri maupun dalam fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satu wujud pelaksanaan saintifikasi jamu adalah Klinik Jamu. Hingga saat ini belum ada Klinik Jamu yang didirikan di Bali khususnya di kota Denpasar sehingga wujud pelaksanaan dari Saintifikasi Jamu belum terealisasi. Telah dilakukan survey kepada 50 calon Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) di kota Denpasar dan diperoleh hasil bahwa hanya 48% orang percaya bahwa loloh/jamu memiliki khasiat dan bisa membantu menjaga kesehatan. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui korelasi antara tingkat pengetahuan dan kepercayaan diri TTK di kota Denpasar untuk menggunakan loloh dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan rancangan survei dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling menggunakan kuesioner yang telah diuji uji validitas dan reliabilitasnya, kemudian disebar ke 80 TTK di kota Denpasar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan TTK di kota Denpasar tentang penggunaan loloh adalah kurang dengan persentase nilai sebesar 37,50 %. Sedangkan tingkat kepercayaan diri (TTK) di Kota Denpasar untuk menggunakan loloh sebagai salah satu metode preventif dalam pelayanan kesehatan masuk klasifikasi baik, dengan nilai persentase sebesar 72,9%.

Keywords


Loloh; Kepercayaan diri; Pengetahuan; Usada

Full Text:

PDF

References


Antari, N.P.U., Suwantara, I.P.T. and Cahyaningsih, E., The Correlation of Pemogan Community Knowledge about Usada Taru Pramana with the Behaviour of Utilization and Conservation of Herbal Medicine. Majalah Obat Tradisional (Traditional Medicine Journal), 2017; 22(3):206-210.

Baugniet, J., Boon, H., ?stbye, T., Complementary/Alternative Medicine: Comparing the Views of Medical Students With Students in Other Health Care Professions, Family Medicines, 2000; 32(3):178-84.

Carmona, Fabio, Ana Maria Soares Pereira, Herbal medicines: old and new concepts, truths and misunderstandings, Brazilian Journal of Pharmacognosy, 2013; 23(2): 379-385.

Clement, Y.N., Arlene F Williams, Kristi Khan, Tricia Bernard, Savrina Bhola, Maurice Fortune, Oneil Medupe, Kerry Nagee and Compton E Seaforth, A gap between acceptance and knowledge of herbal remedies by physicians: The need for educational intervention, BMC Complementary and Alternative Medicine 2005, 5:20.

Lemeshlow, S. H. dan Lawanga, 1997, Besar Sampel dalam Penelitian Kesehatan. 54-55 ed. Penerjemah : Dibyo Pramono Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Lie D, Boker J: Development and validation of the CAM Health Belief Questionnaire (CHBQ) and CAM use and attitudes amongst medical students. BMC Med Educ 2004, 4:2.

Tiralongo, E. and Wallis, M. Attitudes and perceptions of Australian pharmacy students towards Complementary and Alternative Medicine ? a pilot study?, BMC Complementary and Alternative Medicine, 2008; 8(2).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


e-ISSN: 2356-4818

Powered by StatCounter

hit
counter

Lihat Detil Kunjungan