TOKSISITAS SUBKRONIK EKSTRAK ETANOL UWI BANGGAI UNGU (Dioscorea alata L.) TERHADAP ENZIM SERUM GLUTAMAT OKSALOASETAT TRANSMINASE DAN SERUM GLUTAMAT PIRUVAT TRANSMINASE PADATIKUS PUTIH (Rattus Novergicus) GALUR WISTAR SECARA IN VIVO

Cindy Radika Sari

Abstract


Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan tujuan untuk mengetahui efek toksisitas subkronik dan dosis efektif memiliki efek toksik? ekstrak etanol uwi banggai ungu (Dioscorea alata L.) dilihat dari parameter? kadar SGOT dan SGPT pada tikus putih (Rattus Novergicus). Penelitian ini menggunakan 20 ekor tikus yang dibagi menjadi empat kelompok. Yang terlebih dahulu dilakukan pengambilan darah awal sebagai kontrol normal. Kelompok 1? (Na-CMC 0,5%), Kelompok 2 (200mg/ 200gB), Kelompok 3 (250mg/ 200gBB) dan? Kelompok 4 (300mg/ 200gBB) ekstrak etanol Uwi Banggai ungu. Semua kelompok diberikan perlakuan yang sama selama 28 hari secara oral. Kemudian pada hari ke 29 dilakukan pengambilan darah akhir secara intracardiac. Pengujian Kadar SGOT dan SGPT menggunakan Photometer 5010v5+. Hasil Penelitian menunjukkan nilai rata-rata kadar SGOT kontrol normal 343,82?166,94, Kelompok 1 (244,80?120,85), Kelompok 2 (412,04?148,55), Kelompok 3 (389,16?98,28), dan Kelompok 4 (368,44?171,35). Nilai rata-rata kadar SGPT kontrol normal 192,25?90,30, Kelompok 1 (215,82?67,04), Kelompok 2 (297,84?95,78), Kelompok 3 (410,56?89,60), dan Kelompok 4? (290,10?107,48). Hasil statistik dengan menggunakan (One Way ANOVA) dari nilai rata-rata Kadar SGOT dan SGPT diketahui menandakan tidak ada perbedaan bermakna atau biasa disebut non signifikan untuk semua kelompok pengujian, artinya tidak memiliki efek toksisitas subkronik dilihat dari parameter SGOT dan SGPT.


Keywords


Dioscorea alata L., SGOT, SGPT, Toksisitas, Toksisitas Subkronik

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


e-ISSN: 2356-4818

Powered by StatCounter

hit
counter

Lihat Detil Kunjungan